Nokiafans.id, Jakarta – Eropa memilih Nokia dan “membuang” Huawei dalam mengembangkan teknologi 5G. Dua operator besar di Benua Biru, Orange dan Proximus pun meminang Nokia guna membangun jaringan 5G di Belgia.

Keputusan ini termasuk langkah perdana yang ditempuh oleh operator komersial di Eropa setelah berbulan-bulan mendapat tekanan diplomatik dari Amerika Serikat (AS) agar tidak memakai peralatan Huawei.

Ibu kota Belgia, Brussel, adalah rumah bagi badan eksekutif dan parlemen Uni Eropa. Menurut laporan Reuters, seperti dikutip Nokiafans.id, Sabtu (10/10/2020), Belgia jadi perhatian khusus badan intelijen AS.

“Belgia 100 persen bergantung kepada vendor China untuk jaringan radio. Orang-orang di NATO dan UE melakukan panggilan telepon via jaringan itu,” kata John Strand, konsultan telekomunikasi Denmark.

{Baca juga: Huawei Bakal PHK Banyak Karyawan di Australia, Kenapa?}

Operator di Belgia lantas mengirimkan sinyal, mengakui bahwa memiliki akses ke jaringan yang lebih aman sangatlah penting. Mereka kemudian berubah pikiran dengan memilih Nokia sebagai penyedia jaringan 5G di sana.

Huawei, pemasok peralatan telekomunikasi terbesar di dunia asal China, berkali-kali membantah keras tuduhan AS soal pencurian data pengguna. Perusahan tersebut kritis terhadap seruan larangan kontrak 5G dari AS.

Namun, khusus kasus di Belgia, perusahaan menerima keputusan bahwa Orange Belgium dan Proximus memutuskan untuk memakai peralatan 5G milik Nokia. Huawei menganggap praktik tersebut sah.

Microsoft Mau Ambil Kesempatan

Menyadari kalau Nokia akan memegang peranan penting di dalam pengembangan 5G di AS maupun Eropa, Microsoft pun sepertinya akan mengambil kesempatan.

Menurut prediksi dari CCS Insight untuk tahun 2021 mendatang, Nokia sepertinya akan dibeli oleh perusahaan teknologi besar asal AS, salah satunya adalah Microsoft.

Microsoft memang pernah akuisisi divisi ponsel Nokia oleh Microsoft. Akan tetapi, langkah itu berujung naas. Membawa merek Nokia, Windows Phone kala itu gagal total, tidak bisa bersaing dengan Android maupun iPhone.

Menurut laporan dari Forbes, perusahaan AS justru sangat tertarik dengan bisnis jaringan telekomunikasi Nokia.

Masih menurut CCS, dengan pemerintah AS yang melarang penyedia telekomunikasi menggunakan komponen dari pemasok China seperti Huawei, meningkatkan “nilai jual” dari Nokia.

Nokia pun telah mencapai kesepakatan untuk menyediakan perangkat telekomunikasi bagi operator raksasa di Inggris, British Telecom.

{Baca juga: CLBK, Microsoft Dilaporkan Mau Akuisisi Nokia Lagi}

Diungkapkan analis CCS Insight, Kester Mann, dengan kekuatan uang yang dimiliki Microsoft, pas rasanya jika perusahaan tersebut menargetkan Nokia sebagai langkah akuisisi selanjutnya.

“Kami merasa Nokia bisa saja cukup rentan untuk diakuisisi,” ucapnya.

“Microsoft sungguh tertarik di dunia telekomunikasi. Tahun ini mereka mengakuisisi Metaswitch dan Affirmed Netrowk untuk mendapatkan beberapa keahlian di 5G dan kontak di industri. Kami percaya Nokia bisa menjadi target potensial bagi pihak seperti Microsoft,” jelas Kester.

Lebih lanjut, dengan adanya larangan pemerintah AS untuk mencegah Huawei sebagai pemimpin teknologi 5G membuat jaringan telekomunikasi di Negeri Paman Sam, Microsoft akan jadi alternatif yang kuat apabila berhasil akuisisi Nokia seutuhnya.

Namun, Microsoft mungkin akan bersaing ketat dengan Intel untuk mencaplok Nokia. pasalnya, Intel pun memiliki rencana masif di ranah 5G. (SN/MF)

Source Link

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *